Setting Modem GPRS Ponsel Lokal & China

Bicara ponsel lokal, tentu saja yang ada dibenak anda adalah harga murah & fitur lengkap. Yah.. inilah salah satu kelebihan ponsel lokal yang kini semakin menjamur dan mungkin anda salah satu penggunanya. Dengan harga yang sangat terjangkau ponsel lokal dan ponsel keluaran china seperti ktouch, Hi-Tech, MyG, HT-Mobile dan sebagainya dapat menghadirkan fitur komplit laiknya ponsel terkenal yang berharga mahal. Dan strategi ini memang sangat tepat & cocok di terapkan pada pasar indonesia.

Selain fitur-fitur lengkap tersebut ponsel lokal juga dapat dipakai sebagai modem gprs untuk internetan di komputer, walaupun kecepatannya kurang tapi okelah untuk dipakai sekali-kali. Nah bagi anda yang memiliki ponsel lokal tapi kesuliatan melakukan setting modem gprs /dial up nya mungkin tips berikut dapat membantu :)

1.Instalasi Driver

Langkah pertama adalah memasukkan driver ponsel yang sesuai dan biasanya ada di cd paket pembelian atau sudah terintegrasi dalam ponsel. Jika tidak ada anda bisa mendownloanya di :

HT Mobile
http://hitech-mobile.co.id/hitech/index.php/Driver/View-category.html

Mito Mobile
http://www.mitomobile.com/index.php?option=com_remository&Itemid=509&func=select&id=2

D-One
http://www.sarindo.com/index.php?option=com_docman&Itemid=40

MyG
http://www.my-gmobile.com (klik dibagian download situs tersebut)

K-touch

Phone Suite =
about:blank/userfiles/download/soft/200903/(phonesuite%20v3.0741.07_07A%20English%20Version)PhoneSuite_en.zip

Modem driver=
http://www.benephon.com/userfiles/download/soft/200903/modem.rar

Berikut langkah penginstalan drivernya :
1. Hubungkan ponsel ke komputer dengan USB. Maka akan muncul pilihan Mass Storage, Webcam, dan Com port pada layar ponsel. Pilih Com port , agar ponsel berfungsi sebagai modem.

2. Akan muncul pesan Found New Hardware, pilih search for the best driver in these locations. Pilih Baca entri selengkapnya »

Just Poll

Sengketa Ambalat, Nasionalisme dan Harga diri

Lagi,lagi,dan lagi mungkin sepenggal kata diatas paling tepat untuk dijadikan penggambaran terhadap Negara tetangga Malaysia yang untuk kesekian kalinya melanggar daerah teritorial bangsa Indonesia. Ya…lagi-lagi kapal perang Malaysia memasuki daerah perairan kita di kepulauan ambalat secara illegal, padahal menurut peta dan perjanjian yang telah disepakati kedua Negara Pulau Ambalat jelas-jelas merupakan bagian dari wilayah territorial kedaulatan Republik Indonesia.

Hal inipun bukan yang pertama kali tapi sudah belasan kali kapal perang Malaysia melakukan pelanggaran dalam kurun tahun 2009 ini. Akankah setelah pulau sepadan dan ligitan lepas, ambalat juga akan direbut ? Saya rasa tidak selagi kita masih memiliki rasa nasionalisme dan harga diri sebagai sebuah bangsa. Sebagai seorang bangsa Indonesia saya tentu tidak terima dengan perlakuan Malaysia yang seakan-akan melecehkan harga diri bangsa ini.

Sebenarnya bangsa ini sedang mempertaruhkan harga dirinya sebagai Negara yang berdaulat. Upaya diplomasi tentu saja akan terus dilakukan, tapi menurut saya hal itu tidak akan terlalu efektif karena sudah sekian kali upaya diplomasi dilakukan tapi hasilnya, begitu-begitu saja. Bahkan saat terjadi pelanggaran oleh kapal perang Malaysia kapal perang Indonesia telah memberi isyarat kepada kapal Malaysia tapi tidak digubris dan akhirnya dilakkukanlah pengejaran tapi sialnya lagi kapal Malaysia justru kabur dengan melakukan akselerasi zig-zag, yang tentu saja merupakan suatu bentuk provokasi.

Pemerintah sebenarnya telah melakukan tindakan pengamanan dengan menambah jumlah kapal perang dan mengirim sejumlah pesawat tempur untuk mengawal daerah perbatasan. Tapi tetap saja terjadi pelanggaran, ini sekaligus bukti bahwa kurangnya apresiasi berkedaulatan oleh Negara tetangga tersebut.

Menurut saya yang perlu dilakukan pemerintah adalah tindakan tegas kalau perlu dengan mengadukan masalah ini ke Mahkamah Internasional, karena katanya jalur perang tidak boleh langsung ditempuh. Padahal kalau saya pribadi menilai perang/serangan adalah langkah tertegas yang dapat dilakukan Negara kita untuk menjaga harga diri bangsa. Tapi tetap saja lagi-lagi terkendala prosedur internasional.

Tapi dilain sisi terlepas dari segala isu yang beredar masalah ini sebenarnya telah membangkitkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia dan ini tentu sangat positif untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini ditengah perbedaan dalam mendukung calon presiden atau pun perbedaan lainnya. Dan ini juga telah menunjukkan bahwa ditengah perbedaan masyarakat Indonesia masih terdapat rasa nasionalisme yang kuat untuk mempertahankan harga diri bangsa Indonesia. Dan nasionalisme tersebut tentu merupakan senjata terkuat untuk menghadapi serangan dari luar, termasuk untuk menjaga kedaulatan Indonesia 8)