Posts filed under ‘berita’

Ditusuk Gara-gara Komentar di Facebook

JAKARTA-KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap R dan A, dua pelaku pengeroyokan terhadap korban berinisial M. Pengeroyokan itu dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap tulisan yang tak pantas oleh korban di Facebook. Kepala Polisi Sektor Jakarta Pusat Komisaris Besar AR Yoyol mengatakan, pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (17/8/2011) sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian berawal dari rasa sakit hati pelaku lantaran korban mengirim kata-kata yang kurang pantas pada halaman situs jejaring sosial Facebook milik YH, istri tersangka R. “Korban merupakan teman YH di Facebook. Korban telah menulis kata-kata tidak sopan kepada YH dan YH mengadukan kepada suaminya R, lalu R marah,” ujar Yoyol di Kantor Polisi Resor Metro Jakarta Pusat, Senin ( 22/8/2011). R kemudian menceritakan hal tersebut kepada temannya, A, dan mengatur pertemuan antara YH dan M di Stasiun Gondangdia, Jakpus. Setelah YH dan M bertemu, mereka berjalan menuju Jalan Cut Meutia di mana R dan A sudah menunggu korban di jalan tersebut. “Sesampainya korban di sana, korban M dicekik oleh tersangka A dan dinaikkan ke motor menuju ke Taman Menteng, Jakarta Pusat,” kata Yoyol. Tidak puas dengan itu, lanjut Yoyol, di Taman Menteng korban dianiaya oleh dua tersangka dan tiga temannya yang sampai saat ini belum tertangkap. “Korban M dipukuli lagi oleh tersangka I, H, dan A, lalu R menusuk paha bagian kiri serta bokong bagian kiri sehingga mengalami luka,” ujarnya. Dari korban, polisi menyita satu potong kaus berwarna merah berlumuran darah, satu potong kaus warna coklat yang juga berlumuran darah, dan celana jeans. Berdasarkan keterangan tersangka, modus kejahatan yang dilakukan tersangka karena dendam dan kemudian berusaha mencari korban. Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 170 KUP dengan ancaman pidana tujuh tahun.

Januari 7, 2012 at 7:11 am Tinggalkan Komentar

Majalah Online Besutan Google

Google diam-diam baru saja meluncurkan sebuah majalah online berjudul Think Quarterly. Majalah ini memiliki misi sebagai ‘tempat rehat di antara dunia yang sibuk’. “Di Google, kita sering berfikir bahwa kecepatan adalah aplikasi pembunuh yang menjadi racikan pembeda antara pemenang dan yang biasa. Kita tahu bahwa semakin cepat kita menghadirkan hasil, layanan kita akan semakin berguna bagi orang lain. Namun, di antara dunia yang tengah berubah dengan cepat, kita tetap perlu waktu untuk melakukan refleksi,” kata Matt Brittin, Managing Director Google Inggris dan Irlandia, pada kata pengantar di majalah itu. Think Quarterly edisi pertama telah hadir dengan 68 halaman, kebanyakan membahas topik-topik seputar masalah bisnis dan teknologi, dengan gaya penulisan in-depth seperti yang biasa dijumpai di BusinessWeek atau Salon. Dalam edisi tersebut, Google menghadirkan beberapa tulisan feature tentang CEO Vodafone Inggris Guy Laurence, Google Chief Economist Hal Varian dan psikolog terkenal Peter Kruse. Tulisan-tulisan di edisi ini banyak ditulis oleh wartawan dari media lain, seperti Simon Rogers (editor rubrik Datablog pada The Guardian), Ulrike Reinhard (editor WE Magazine). Think Quarterly, majalah online milik Google Majalah yang dilengkapi dengan banyak data dan aplikasi Flash yang kaya itu disunting dan didesain oleh agensi kreatif The Church, yang berbasis di London. Tak jelas apakah majalah online ini merupakan tanda-tanda bahwa Google tengah memasuki bisnis media atau sekadar membuat sebuah proyek untuk menghilangkan rasa keingintahuan perusahaan itu semata. Yang jelas, Google tidak menyebut majalah online ini sebagai ‘majalah’ atau ‘publikasi’, namun di situs web dan twitternya, Google menjulukinya sebagai buku atau ‘toolkomunikasi yang unik.’

Januari 7, 2012 at 5:22 am Tinggalkan Komentar

Badai Akan Terjang Jakarta? Ini Kata BNPB

VIVAnews - Hujan mengguyur deras kota Jakarta selama dua jam, Kamis 5 Januari 2012 lalu. Angin kencang yang bertiup saat itu, menumbangkan setidaknya 50 pohon, termasuk yang ditanam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman Istana Negara. Juga, merobohkan papan reklame yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga, Yadi Supyadi.

Berangkat dari kejadian itu, isu menyebar di tengah masyarakat. Akan ada ancaman banjir di Jakarta yang disebabkan badai besar sekelas badai Katrina–yang menimbulkan bencana dahsyat di Amerika Serikat 24-31 Agustus 2005 lalu. Rumor itu membuat masyarakat resah.

Terkait soal itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan Jakarta tidak akan pernah dilalui badai tropis, apalagi Katrina. “Jakarta umumnya hanya terkena imbas atau ekor dari badai tropis yang terdapat di Samudera Hindia,” kata dia dalam rilis yang diterima VIVAnews.com, Sabtu 7 Januari 2012.

Dia menambahkan banjir besar yang melanda Jakarta pada tahun 2002 dan 2007, terjadi akibat hujan secara terus-menerus selama 3-5 hari dengan intensitas tinggi dan tebal hujan yang melebihi batas normal. “Hujan tersebut dipengaruhi oleh ada badai tropis dan tekanan rendah di sebelah barat daya dari Pulau Jawa yang berada di Samudera Hindia,” kata Sutopo.

Sutopo menjelaskan, Katrina adalah hurricane yang memiliki tingkat kematangan formasi dan kekuatannya lebih besar daripada siklon tropis. Sementara, badai tropis merupakan pusaran angin tertutup pada suatu wilayah bertekanan udara rendah. Kekuatan angin yang terjadi pada badai tropis dapat mencapai kecepatan lebih dari 128 km/jam dengan jangkauan lebih dari 200 km, dan berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. Tingkatannya dimulai dari depresi tropis kemudian menjadi badai tropis, lalu hurricane.

Berdasarkan lokasinya, ada tujuh wilayah perairan utama tempat tumbuh kembangnya badai tropis, yaitu, pertama, Barat Laut Samudra Pasifik, yang merupakan daerah paling aktif. Sepertiga dari seluruh peristiwa badai tropis dunia terjadi di wilayah ini. Badai ini berpengaruh pada daerah Jepang, Filipina, China dan Taiwan.

Kemudian di Timur Laut Samudera Pasifik  sebagai daerah paling aktif kedua. Sepertiga dari seluruh kejadian badai tropis dunia terjadi di wilayah ini. Berpengaruh pada wilayah barat Meksiko, Hawaii dan terkadang sampai di semenanjung California.

Yang ketiga, Barat Daya Samudra Pasifik yang berpengaruh pada wilayah Australia dan Oceania. Keempat, Utara Samudra Hindia yang berpengaruh pada wilayah di India, Bangladesh, Srilangka, Thailand, Burma dan Pakistan.

Kelima, di Tengggara Samudra Hindia, berpengaruh pada dekat perairan Indonesia (laut Timor) dan Australia. Yang keenam, Timur Laut Samudra Hindia, yang berpengaruh pada wilayah di Madagaskar, Mozambique, Mauritius dan Kenya.

Dan terakhir, Utara Samudra Atlantik, berpengaruh pada Amerika Serikat, Meksiko, Canada serta negara-negara Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. “Katrina ada di wilayah ini,” kata Sutopo.

• VIVAnews

Januari 7, 2012 at 4:53 am Tinggalkan Komentar


Pengunjung Bulan ini

  • 21,250 pengunjung

arsip

Free Downloads MP3

jual Beli Mobil Bekas Murah

Mobil Bekas

Download: ;stream.nsv


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.